"Mataku terpana dan melihatnya
mempesona nan cantik merona
siapa namanya kuingin menyapa
dia tersenyum dalam lamunannya
Kuhampiri dirinya terdiam
Kudekati dirinya seolah
Tersipu malu
Malu Tapi Mau"
Langit adalah seorang pemuda yang sedang kasmaran dengan seorang gadis bernama senja . Langit bertemu dengan Senja dengan tidak sengaja bertemu , berkenalan , saling berbincang di saat langit sore mulai menampakkan dirinya di antara pergantian sore dengan malam. Langit terpesona melihat senyumannya yang begitu mempesona. Burung burung ikut serta menyanyikan kicauan nya bersama dengan raut wajah Langit yang berbinar-binar .
"Mendengar ceritamu membuat serasa dunia ini hanya milik kita berdua" gumamnya. Moment itu merupakan moment terbaik yang pernah di rasakan oleh Langit. Bersenjagurau saling bercerita melupakan gundah meluapkan senyuman antara keduanya.
Mengakhiri pertemuan tersebut , Langit pulang dengan senyum yang lebar , tak henti henti memikirkan Senja
Entah apa yang di pikirkan Langit , ingin sekali mengatakan dia menyukai Senja. "Malu tapi ingin ", gumamnya. Pikirannya terperajat ketika melihat keindahan senja. Bertanya tanya apakah masih bisa bertemu dengan dirinya lagi. "Sudikah dia menjalani cerita bersamaku?", tuturnya dalam hati,
Langit memutuskan untuk singgah kerumahnya. Dandan necis bak Elvis berharap Senja menerima bunga yang ia bawa dengan sepenuh hati. Di keluarkan motor andalan nya , tak peduli duit tipis bensin habis yang penting pengorbanan nya. Memang begitu asmara , sang pejuang cinta tak lelah jua walau keadaan tak memungkinkan tetap saja, Tapi dalam perjalannya kehujanan,
Sampai depan rumah , badan basah dingin menusuk tulang. Dengan penuh harap memasuki gang rumah Senja namun tak disangka dia di jemput oleh seseorang , "SANG RODA EMPAT !" ,teriaknya dalam hati,
"Apa yang aku lakukan mungkin terlalu cepat , apakah aku yang terlalu naif sehingga tak memikirkan kemungkinan lainnya?"
Pulang dengan tangan hampa , hati pedih bagai tersayat. Banyak rasa yang tak mampu Langit utarakan saat itu.
"aku merindukannya walau hanya sebentar aku tetap merindukannya , bersamanya adalah moment langka bagiku,tak pernah aku merasakan hal seperti itu dalam hidupku".
Malam hari menatap langit . Ditemani bintang bintang , menikmati indahnya malam sendirian. Bertanyalah Langit pada dirinya sendiri
"Apa yang dia pikirkan ?, adakah aku di hatinya ?karena aku tak sanggup jauh darinya"
Rindu yang tak tertahan lagi , berharap bintang menyampaikan salam rindu miliknya
"Hei kau yang jauh disana , mimpikan aku di lelapmu , hingga engkau sadari , ku selalu memelukmu"
" Walau jarak memisah , hanya bayangmu yang ku sentuh , namun aku bertahan , menanti hadirmu disini"
Diikuti dengan rintikan hujan yang menyusul rasa rindunya. Bernyanyilah dia di dalam ruang imaji yang begitu luas dalam pikirannya, membebaskan segala gundah yang ada dalam otaknya.
"Rintik hujan ini menenangkan ku, sebaiknya ku nikmati malam ini, malam di balur rindu yang mungkin tak tersampaikan, biarkan ku simpan rindu ini , sampai kapanpun rindu ini milikmu , Senja"
19-01-2017
Kisah terinspirasi dari lirik lagu yang ku dengar beberapa hari lagu.
terkesan mello memang , tapi selama menjadi pribadi melankolis belum dinyatakan bersalah, maka akan aku teruskan.
Diikuti dengan rintikan hujan yang menyusul rasa rindunya. Bernyanyilah dia di dalam ruang imaji yang begitu luas dalam pikirannya, membebaskan segala gundah yang ada dalam otaknya.
"Rintik hujan ini menenangkan ku, sebaiknya ku nikmati malam ini, malam di balur rindu yang mungkin tak tersampaikan, biarkan ku simpan rindu ini , sampai kapanpun rindu ini milikmu , Senja"
Langit pun terlelap dalam nuansa petrikor, menyimpan rindu dan haru yang akan dia jaga sampai pertemuan nya lagi dengan sang kekasih.
-Sekian-19-01-2017
Kisah terinspirasi dari lirik lagu yang ku dengar beberapa hari lagu.
terkesan mello memang , tapi selama menjadi pribadi melankolis belum dinyatakan bersalah, maka akan aku teruskan.
-Bagas Indria Wibisono-
Wangun wangun wangun
BalasHapus