Kisah Klasik

Kisah Klasik

Selasa, 29 Agustus 2017

RASA

Rasa

Beberapa minggu lalu saya diajak ngopi oleh rekan saya. Seraya melepas rasa rindu karena lama tak berjumpa sejak terakhir kali bertemu di kala SMA kami membicarakan banyak hal. Mulai dari obrolan politik sampe ke urusan pasangan hidup dan bab cinta yang mungkin tidak ada habisnya. Semakin larut dengan pembicaraan yang kesana kemari akhirnya kami membicarakan tentang "Rasa".

Terdengar biasa saja, namun inilah yang ku anggap menarik dari setiap pembicaraan dengan orang-orang maupun dengan rekan terdekat saya. Rasa merupakan hal yang biasa di temukan di setiap kalangan manusia seperti rasa cinta , sayang , jenuh , benci , dan begitu banyak rasa lainnya. Bahkan untuk mempertimbangkan tentang sesuatu kita perlu rasa , pengambilan keputusan akan sangat susah jika rasa milik kita pun tak setuju akan itu. Dengan demikian Rasa dapat disimpulkan adalah hal yang mendasar dalam kehidupkan kita dan merupakan kebenaran intuitif.

Mengapa bisa di sebut kebenaran intuitif ? dengan rasa kita bisa menemukan kebenaran yang benar benar tidak bisa di logika maupun di rasionalkan. Kebenaran yang bisa datang kapan saja tanpa diundang dan sulit dipercaya. Sepertinya halnya intuisi itu sendiri yang pada dasarnya adalah kemampuan untuk memahami sesuatu tanpa melalui penalaran dan intelektualitas. Misalnya seperti seseorang yang tiba tiba memilki rasa untuk ingin membaca buku dan ternyata dengan membaca buku tersebut dia menemukan apa yang ingin dia cari selama ini. Seseorang itu menemukan kebenaran yang selama ini dia cari tanpa sadar karena mengikuti apa yang Rasa nya inginkan. 

memang sulit sekali mempercayai hal yang tidak rasional dan diluar nalar , namun itulah yang terjadi Rasa sebagai kebenaran intuitif yang tak dapat di sangka manusia. Seperti hewan yang mengikuti insting nya dalam berburu manusia dapat mengerti, memahami dan melakukan sesuatu hanya dengan dia mengikuti apa yang dia rasakan, akankah akan mempengaruhinya atau tidak kita tidak akan tau. Rasa yang dimiliki manusia jelas berbeda beda sesuai dengan pengalaman pribadi maupun kejadian kejadian yang menurut mereka memilki makna tersendiri sebagai pertimbangan rasa. 



"Rasa itu  
tak terbatas ruang dan waktu
dan akan selalu ada
seperti layaknya nyawa
bagi setiap manusia 
seperti candu
yang akan terus dilakukan
untuk mencari kebenaran"



-Sebuah tulisan yang saya tulis karena saya ingin mengabadikan hasil curahan saya dan rekan saya bersama waktu itu , semoga kalian cepat menemukan dan memahami rasa yang selama ini ada pada diri kalian sejak lahir seperti hak kodrati .

-28 Agustus 2017-
-setelah sekian lama vakum dan untuk mengobati rasa rindu terhadap tulisan-









Tidak ada komentar:

Posting Komentar